Admin 02 Jun 2026 21:56

 

Bisnis Aneka Gorengan di Kawasan Wisata

Pendahuluan

Kawasan wisata selalu menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Di samping pemandangan alam, budaya, dan aktivitas rekreasi, makanan ringan menjadi bagian penting dalam pengalaman wisata. Salah satu segmen makanan ringan yang paling digemari adalah gorengan. Gorengan menawarkan rasa gurih, tekstur renyah, serta harga terjangkau sehingga cocok untuk dikonsumsi selama berkeliling tempat wisata.

Gerobak gorengan di area wisata

Bisnis aneka gorengan tidak hanya sekadar berjualan bakwan atau tahu isi. Berbagai varian kreatif seperti pisang coklat, ubi kriuk, lumpia buah, dan snack berbahan lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri. Dengan pendekatan yang tepat, usaha gorengan dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil bahkan menguntungkan bagi pemiliknya.

Potensi Pasar di Kawasan Wisata

1. Tingginya Volume Pengunjung

Tempat wisata populer dapat menerima ribuan hingga puluhan ribu pengunjung per hari, terutama pada musim liburan. Setiap pengunjung biasanya menghabiskan waktu berjam jam di lokasi, sehingga kebutuhan akan cemilan ringan menjadi sangat tinggi.

2. Kebiasaan Makan Ringan

Wisatawan cenderung mencari makanan yang praktis, tidak memerlukan perlengkapan makan khusus, dan dapat dibawa saat berjalan. Gorengan memenuhi semua kriteria tersebut.

3. Nilai Tambah Budaya

Menawarkan gorengan yang mengangkat kearifan lokal (misalnya singkong krispi khas daerah, atau gorengan dengan bumbu tradisional) dapat meningkatkan daya tarik budaya serta memberikan nilai edukatif.

Makanan kecil yang lezat bisa menjadi kenangan paling manis dari sebuah perjalanan. Pengamat Kuliner

Strategi Usaha Gorengan di Kawasan Wisata

  • Lokasi Strategis: Pilih titik dengan alur lalu lintas pengunjung tinggi, misalnya dekat pintu masuk, area parkir, atau jalur utama.
  • Mobilitas: Gunakan gerobak atau kios portable yang mudah dipindahkan sesuai acara atau musim.
  • Variasi Produk: Sajikan setidaknya 5 7 jenis gorengan, termasuk opsi manis dan asin, serta alternatif sehat (misalnya menggunakan minyak minim).
  • Harga Kompetitif: Tetapkan harga yang bersaing namun tetap memberi margin keuntungan minimal 30 %.
  • Pemasaran Visual: Gunakan papan menu berwarna cerah, foto produk, dan signage yang mudah dibaca.
  • Kerjasama dengan Pengelola Wisata: Dapatkan izin resmi, ikuti program vendor resmi, atau lakukan promosi bersama paket wisata.
  • Pelayanan Cepat: Siapkan peralatan yang meminimalkan waktu proses, seperti kompor gas ganda atau fryer otomatis.

Produk Unggulan yang Bisa Ditawarkan

1. Bakwan Sayur

Campuran tepung beras, jagung, wortel, dan kacang hijau, digoreng hingga kuning keemasan. Tambahkan saus sambal pedas untuk sensasi ekstra.

2. Tahu Isi

Tahu yang diisi daging cincang atau jamur, dibalut tepung, dan digoreng. Cocok untuk penikmat rasa gurih.

3. Pisang Coklat

Pisang kepok dilapisi adonan coklat, digoreng ringan, dan ditaburi gula halus. Menggabungkan rasa manis alami dan coklat.

4. Ubi Kriuk

Ubi kuning dipotong tipis, direndam dalam larutan air es, lalu digoreng hingga renyah. Dijual dengan taburan gula merah atau garam.

5. Lumpia Buah

Kulit lumpia tipis diisi potongan buah naga, kelapa parut, dan sedikit krim kocok, digoreng ringan. Menyegarkan sekaligus mengenyangkan.

6. Cireng (Aci Goreng)

Terbuat dari tepung kanji, dicampur bumbu pedas, kemudian digoreng. Disajikan dengan saus kacang atau sambal.

7. Tempe Mendoan

Potongan tempe tipis yang dibalur adonan tepung tipis dan digoreng sebentar. Tetap lembut di dalam, renyah di luar.

Aspek Keuangan

Investasi Awal

  • Gerobak/kios: Rp2.000.000 Rp5.000.000
  • Peralatan (kompor, fryer, wadah, peralatan dapur): Rp3.000.000 Rp6.000.000
  • Modal Bahan Baku (bulan pertama): Rp1.500.000
  • Izin usaha & lisensi: Rp500.000 Rp1.000.000

Biaya Operasional Bulanan

  • Bahan baku: Rp1.200.000 Rp2.000.000
  • Gaji karyawan (2 orang): Rp2.500.000
  • Listrik & gas: Rp500.000
  • Pemasaran & promosi: Rp300.000
  • Pengeluaran tak terduga: Rp200.000

Proyeksi Penjualan

Jika rata rata penjualan 200 porsi per hari dengan harga rata rata Rp8.000, pendapatan harian mencapai Rp1.600.000 atau Rp48.000.000 per bulan. Dengan margin keuntungan bersih sekitar 30 %, profit bulanan dapat mencapai Rp14.000.000 Rp16.000.000.

Tips Sukses Memulai Bisnis Gorengan di Wisata

  1. Riset menu yang paling diminati oleh target pasar (keluarga, anak muda, wisatawan asing).
  2. Jaga kebersihan dan higienitas; tampilkan sertifikat BPOM atau halal bila memungkinkan.
  3. Gunakan minyak berkualitas dan ganti secara rutin untuk menjaga rasa dan kesehatan.
  4. Berikan pelayanan ramah, tawarkan sambal atau saus gratis sebagai nilai tambah.
  5. Manfaatkan media sosial (Instagram, TikTok) untuk menampilkan proses pembuatan dan testimoni pelanggan.
  6. Sesuaikan jam operasional dengan jam sibuk pengunjung (pagi siang dan sore menjelang sunset).
  7. Selalu evaluasi penjualan harian, identifikasi produk yang kurang laku, dan lakukan perbaikan cepat.
2026 Bisnis Gorengan Wisata - Semua Hak Dilindungi

Cara Membuka Rental Action Camera Di Area Wisata

1750844281.jpg
Admin
1 week ago

20 Ide Usaha di Kawasan Wisata dengan Modal Kecil

1750844281.jpg
Admin
3 weeks ago

Bisnis Lampion Wisata Yang Instagramable

1750844281.jpg
Admin
1 week ago

Peluang Usaha Kerajinan Tangan Untuk Wisatawan

1750844281.jpg
Admin
1 week ago

Cara Menjadi Pemandu Wisata Sejarah Lokal

1750844281.jpg
Admin
1 week ago